Sabtu, 22 Juni 2019

Ringkasan Teori Humanistik


Mengaplikasikan teori humanistik dalam pembelajaran : 

Selain teori belajar behavioristik dan teori kognitif, teori belajar humanistik juga penting untuk dipahami. Menurut teori humanistik, proses belajar harus dimulai dan ditujukan untuk kepentingan memanusiakan manusia itu sendiri.

Teori humanistik sifatnya lebih abstrak dan lebih mendekati bidang kkajian filsafat, teori kepribadian dan psikoterapi, dari pada bidang kajian psikologi belajar. Pengalaman emosional dan karakteristik khusus individu dalam belajar perlu diperhatikan oleh guru dalam merencanakan pembelajaran. Pada teori humanistik, guru diharapkan tidak hanya melakukan kajian bagaimana dapat mengajar yang baik, namun kajian mendalam justru dilakukan untuk menjawab pertanyaan bagaimana agar siswa dapat belajar dengan baik.

Pada penerapan teori humanistik ini adalah hal yang sangat baik bila guru dapat membuat hubungan yang kuat dengan siswa dan membantu siswa untuk berkembang secara bebas. Dalam prakteknya teori humanistik cenderung mengarahkan siswa untuk berpikir induktif, mementingkan pengalaman serta menumbuhkan keterlibatan siswa secara aktif dalam proses belajar.

Walaupun secara eksplisit belum ada pedoman baku tentang langkah-langkah pembelajaran dengan pendekatan humanistik, namun paling tidak dapat dirumuskanl angkah-langkah pembelajaran sebagai berikut:
1. Menentukan tujuan-tujuan pembelajaran.
2. Menentukan materi pembelajaran
3. Mengidentifikasikan kemampuan awal siswa.
4. Mengidentifikasi topik-topik pelajaran yang memungkinkan siswa secara aktif melibatkan diri        dalam atau mengalami dalam belajar.
5. Merancang fasilitas belajar seperti lingkungan dan media pembelajaran
6. Membimbing siswa belajar secara aktif.
7. Membimbing siswa untuk memahami hakekat makna dari pengalaman belajarnya .
8. Membimbing siswa membuat konseptual pengalaman belajarnya
9. Membimbing siswa dalam mengaplikasikan konsep-konsep baru ke situas  nyata.
10. Mengevaluasi proses dan hasil belajar

Meaningful learning dalam teori belajar humanistik :

Pandangan tentang belajar bermakna atau "Meaningful Learning" yang juga tergolong dalam aliran kognitif ini mengatakan bahwa belajar merupakan asimilasi bermakna dimana materi yang dipelajari diasimilasikan dan dihubungkan dengan pengetahuan yang telah dimiliki sebelumnya. Pembelajaran bermakna adalah pembelajaran yang menyenangkan yang akan memiliki keunggulan dalam meraup segenap informasi secara utuh sehingga konsekuensi akhir meningkatkan kemampuan siswa. Pembelajaran bermakna merupakan suatu proses dikaitkannya informasi baru pada konsep-konsep relevan yang terdapat dalam struktur kognitif seseorang.  Pembelajaran bermakna ditandai oleh terjadinya hubungan antara aspek-aspek, konsep-konsep, informasi atau situasi baru dengan komponen-komponen yang relevan di dalam struktur kognitif siswa. Proses belajar tidak sekadar menghafal konsep-konsep atau fakta-fakta belaka, tetapi merupakan kegiatan menghubungkan konsep-konsep untuk menghasilkan pemahaman yang utuh, sehingga konsep yang dipelajari akan dipahami secara baik dan tidak mudah dilupakan. Dengan demikian, agar terjadi belajar bermakna maka guru harus selalu berusaha mengetahui dan menggali konsep-konsep yang telah dimiliki peserta didik dan membantu memadukannya secara harmonis konsep-konsep tersebut dengan pengetahuan baru yang akan diajarkan.